Wednesday, February 27, 2019

AUDITING DAN AKUNTANSI, SEBUAH HUBUNGAN DENGAN PERSAMAAN DAN PERBEDAANNYA

AKUNTANSI DAN AUDITING
Oleh : Mhd. Zuchri Fachrun, SE.I - Riau
Berbicara tentang hubungan antara akuntansi dan auditing tentu merupakan dua hal yang saling terkait. Di satu sisi akuntansi  merupakan objek dari tindakan auditing, dan di sisi lain auditing adalah validitor dari sebuah hasil akuntansi. Akuntansi dan Auditing merupakan ilmu yang saling terkait, namun akuntansi lebih menekankan pada segi konstruktifnya, sedangkan auditing menekankan pada segi analitis. Auditing merupakan suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan/asersi tentang aksi – aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan/asersi dengan kenyataan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada yang berkepentingan. Jadi, auditing adalah ilmu memeriksa, yaitu membandingkan antara fakta dan kriteria.
Berdasarkan pernyataan mengenai definisi auditing, dapat kita hubungkan antara akuntansi dan auditing. Dua ilmu ini saling terkait satu sama lain, hal tersebut dapat diperjelas melalui skema diatas. Secara umum hubungan antara auditing dan accounting dapat dijelaskan sebagai berikut, Accounting adalah suatu proses menghasilkan data dan informasi dalam bentuk Financial Statement. Sedangkan Auditing adalah suatu proses mengevaluasi informasi dan menghasilkan kesimpulan (opini / rekomendasi) yang membandingkan antara fakta dan kriteria. Standar Auditing ada tiga macam yaitu, GAAS (Generally Accepted Auditing Standards), Standar Kerja Lapangan, GAAP( Generally Accepted Accounting Principles).
Tahapan dalam audit terjadi setelah tahapan akuntansi selesai dilaksanakan, karena dalam melakukan audit di perlukan Laporan Keuangan yang merupakan hasil akhir dari proses akuntansi. Proses Akuntansi bersifat konstruktif, diawali dengan mengumpulkan bukti pembukuan (bukti – bukti transaksi), bukti pembukuan dicatat dalam bentuk Special Journal (Jurnal Penjualan, Jurnal Pembelian, Jurnal Penerimaan Kas, dan Jurnal Pengeluaran Kas). Setelah semua transaksi dicatat pada masing – masing kolom Special Journal, Tiap – tiap jurnal dicatat dalam General Ledger, dan dilakukan penyesuaian pada transaksi yang memerlukan penyesuaian. Melalui transaksi yang telah disesuaikan dapat diperoleh Trial Balance yang terdiri atas Aktiva dan Passiva dari suatu perusahaan. Tahap selanjutnya adalah pembuatan Worksheet, kemudian diperoleh Financial Statement (Laporan Keuangan) yang akan menjadi bahan bukti untuk melakukan audit.
Financial Statement yang dihasilkan dari proses akuntansi, akan mengalami tahap audit. Audit terhadap Laporan Keuangan diperlukan karena, (1) Ada potensi konflik antara penyedia informasi dengan pengguna informasi, (2) Informasi mempunyai konsekuensi ekonomi yang sangat penting bagi business maker, (3) Keahlian sering menghendaki informasi disajikan dan diverifikasi, (4) User sering tercegah mempunyai hubungan langsung dengan informasi. Dalam melakukan audit harus sesuai dengan Standar Auditing yang telah ditetapkan. Standar Auditing terdiri dari tiga standar penting yaitu :
Di samping itu, terdapat perbedaan antara akuntansi dengan auditing, diantaranya:
1.       Akuntansi berpedoman pada Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), sedangkan auditing berpedoman pada Standar Propesional Akuntan Publik (SPAP).
2.       Tanggung jawab akuntansi berada di tangan manajemen, sedangkan auditing berada di tangan auditor.
3.       Hasil akuntansi berupa laporan keuangan, sedangkan auditing berupa laporan auditor.
4.       Fungsi akuntansi berupa pertanggungjawaban, sedangkan auditing berfungsi untuk menambah kredibilitas.
-Demikian, Semoga Bermanfaat-