AKUNTANSI
DAN AUDITING
Oleh : Mhd.
Zuchri Fachrun, SE.I - Riau
Berbicara tentang hubungan antara akuntansi
dan auditing tentu merupakan dua hal yang saling terkait. Di satu sisi
akuntansi merupakan objek dari tindakan
auditing, dan di sisi lain auditing adalah validitor dari sebuah hasil akuntansi.
Akuntansi dan Auditing merupakan ilmu yang saling terkait, namun akuntansi
lebih menekankan pada segi konstruktifnya, sedangkan auditing menekankan pada
segi analitis. Auditing merupakan suatu proses sistematik yang bertujuan untuk
memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan/asersi
tentang aksi – aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat
hubungan antara pernyataan/asersi dengan kenyataan dan mengkomunikasikan
hasilnya kepada yang berkepentingan. Jadi, auditing adalah ilmu memeriksa,
yaitu membandingkan antara fakta dan kriteria.
Berdasarkan pernyataan mengenai definisi
auditing, dapat kita hubungkan antara akuntansi dan auditing. Dua ilmu ini
saling terkait satu sama lain, hal tersebut dapat diperjelas melalui skema
diatas. Secara umum hubungan antara auditing dan accounting dapat dijelaskan
sebagai berikut, Accounting adalah suatu proses menghasilkan data dan informasi
dalam bentuk Financial Statement. Sedangkan Auditing adalah suatu proses
mengevaluasi informasi dan menghasilkan kesimpulan (opini / rekomendasi) yang
membandingkan antara fakta dan kriteria. Standar Auditing ada tiga macam yaitu,
GAAS (Generally Accepted Auditing Standards), Standar Kerja Lapangan, GAAP(
Generally Accepted Accounting Principles).
Tahapan dalam audit terjadi setelah tahapan
akuntansi selesai dilaksanakan, karena dalam melakukan audit di perlukan
Laporan Keuangan yang merupakan hasil akhir dari proses akuntansi. Proses
Akuntansi bersifat konstruktif, diawali dengan mengumpulkan bukti pembukuan
(bukti – bukti transaksi), bukti pembukuan dicatat dalam bentuk Special Journal
(Jurnal Penjualan, Jurnal Pembelian, Jurnal Penerimaan Kas, dan Jurnal
Pengeluaran Kas). Setelah semua transaksi dicatat pada masing – masing kolom
Special Journal, Tiap – tiap jurnal dicatat dalam General Ledger, dan dilakukan
penyesuaian pada transaksi yang memerlukan penyesuaian. Melalui transaksi yang
telah disesuaikan dapat diperoleh Trial Balance yang terdiri atas Aktiva dan
Passiva dari suatu perusahaan. Tahap selanjutnya adalah pembuatan Worksheet,
kemudian diperoleh Financial Statement (Laporan Keuangan) yang akan menjadi
bahan bukti untuk melakukan audit.
Financial Statement yang dihasilkan dari
proses akuntansi, akan mengalami tahap audit. Audit terhadap Laporan Keuangan
diperlukan karena, (1) Ada potensi konflik antara penyedia informasi dengan
pengguna informasi, (2) Informasi mempunyai konsekuensi ekonomi yang sangat
penting bagi business maker, (3) Keahlian sering menghendaki informasi disajikan
dan diverifikasi, (4) User sering tercegah mempunyai hubungan langsung dengan
informasi. Dalam melakukan audit harus sesuai dengan Standar Auditing yang
telah ditetapkan. Standar Auditing terdiri dari tiga standar penting yaitu :
Di samping itu, terdapat perbedaan antara
akuntansi dengan auditing, diantaranya:
1.
Akuntansi
berpedoman pada Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), sedangkan auditing
berpedoman pada Standar Propesional Akuntan Publik (SPAP).
2.
Tanggung
jawab akuntansi berada di tangan manajemen, sedangkan auditing berada di tangan
auditor.
3.
Hasil
akuntansi berupa laporan keuangan, sedangkan auditing berupa laporan auditor.
4.
Fungsi
akuntansi berupa pertanggungjawaban, sedangkan auditing berfungsi untuk
menambah kredibilitas.
-Demikian, Semoga Bermanfaat-