MANAJEMEN PEMBIAYAAN BANK SYARIAH
Oleh: Mhd. Zuchri Fachrun, SE.I- Riau
Oleh: Mhd. Zuchri Fachrun, SE.I- Riau
Dalam istilah pembiayaan, terdapat beberapa istilah yang cukup dikenal,yaitu:
1. Resiko yang dapat menimbulkan Pembiayaan Bermasalah (Non Performance Finance)
- Resiko Usaha
- Resiko Geografis
- Resiko Keramaian
- Resiko Politik dan Kebijakan Pemerintah
- Resiko Ketidakpastian
- Resiko Inflasi
- Resiko Persaingan
2. Prinsip-prinsip pemberian pembiayaan
I. Prinsip 5 C
- Character
- Capacity
- Capital
- Condition of Economy
- Collateral (Jaminan)
Untuk Perbankan Syariah ditambah dengan Contraing (Batasan), Yaitu tingkat kehalalannya.
Untuk Collateral, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Marketability : Masih adanya pasar untuk menjual barang jaminan
- Ascertainability of Value : Barang Jaminan tersebut punya standar harga
- Stability of Value : stabilitas harga barang jaminan
- Transferability : Barang tersebut mudah dipindahtangankan
II. Prinsip 5 P
- Party (Penggolongan), yaitu penggolongan calon nasabah berdasarkan Character, Capacity, dan Capital.
- Purpose
- Payment (Sumber Pembayaran)
- Profitability (Kemampuan Mendapatkan Keuntungan)
- Protection
III. Prinsip 3R
- Return, yaitu berapa kira-kira keuntungan /bagi hasil kepada Bank.
- Repayment, yaitu pembayaran kembali
- Risk Bearing Ability, kemampuan menanggung resiko
Klasifikasi tentang tentang kualitas pembiayaan:
1. Lancar
2. Dalam Perhatian Khusus
3. Kurang Lancar
4. Diragukan
5. Macet
Faktor-faktor dalam penetapan marjin dan bagi hasil:
1. Komposisi Pendanaan
2. Tingkat Persaingan
3. Resiko Pembiayaan
4. Jenis Nasabah
5. Kondisi Perekonomian
Hal-hal terkait analisis kredit:
1. Aspek Manajemen dan Organisasai
- Track Record
- Kapabilitas
- Kompetensi
- Reputasi
- Gaya Hidup Pimpinan Perusahaan
2. Aspek Pemasaran
- Jenis Produk
- Wilayah Pemasaran
- Target Market
- Volume Pasar
3. Aspek Tekhnis
- Lokasi Usaha
- Lay out (Tata Ruang)
- Mesin dan Peralatan
- Banguanan
- Transportasi
- Biaya dan Modal Kerja
4. Aspek Keuangan
- Analisis Neraca
- RIL
- Sumber dan Penggunaan
- Cash Flow
- BEP (Break Efent Point)
- Payback Periode
5. Aspek Hukum
- Badan Hukum
- Jaminan (75%)
6. Aspek Sosial
- Penyerapan Tenaker
- Dampak Terhadap Lingkungan
- Perolehan Devisa
- Nilai dan Norma
Tata cara penenuan marjin keuntungan:
1. Direct competitors market rates, yaitu dengan menghitung dari marjin keuntungan rata-rata perbankan syariah secara keseluruhan atau dari beberapa bank syariah.
2. Indirect competitors market rates, yaitu dengan menghitung dari satu harga rata-rata Bank Konvensional secara keseluruhan atau beberapa Bank saja.
3. Expected competitive return for investor, yaitu target bagi hasil kompetitif yang diharapkan dapat diberikan pada pihak ketiga.
4. Acouting cost, yaitu berdasarkan biaya yang dikeluarkan secara langsung.
5. Overhead cost, yaitu biaya tidak langsung.
Cara menghitung angsuran
1. Sliding rate (Menurun)/ bunga floating: pembiayaan angsuran akan semakin berkurang seiring dengan telah berkurangnya jumlah pinjaman pokok.
2. Flat rate: pembayaran angsuran secara tetap dari bulan ke bulan, tidak terpengaruh oleh berkurangnya jumlah pinjaman pokok.
3. Anuitas: Jumlah pembayaran angsuran secara tetap tiap bulan, namun jumlah angsuran pokok semakin meningkat dan jumlah bagi hasil semakin menurun.
4. Marjin keuntungan rata-rata: Metode sama dengan system angsuran menurun, pembayaran dilakukan secara tetap tiap bulan.
Metode-metode perhitungan:
1. Floating
Contoh:
r : 2%/ bulan
p : 10 bulan
c : Rp. 10.000.000
Berapa angsurannya?
Jawab:
Bulan ke-1 : 10 Juta/ 10 bulan + (2% x 10 juta)
: 1 juta + 200rb
: 1.200rb
Bulan ke-2 : 10 juta/ 10 bulan + ( 2% x (10 juta- 200rb)
: 1 juta + 196000
: 1.196rb
2. Flat
Contoh
r : 1 %/ bulan
p : 10 bulan
c : 10.000.000
Berapa angsurannya?
Jawab:
Angsuran = Pinjaman pokok x bunga
= 10 juta/10 bulan + (1% x 10 juta)
= 1,1 juta/ bulan
3. Anuitas
Contoh
c : 10 juta
t : 10 Bulan
r : 1% / bulan/0,01
Berapa angsurannya?
Jawab:
Angsuran Pokok :
Marjin :
Jadi, angsuran ke-1
= 0,914339824 x 10 juta x 0,01
= 91.433
Marjin ke-1
= 1,17 x 1.143.800
= 1.338.246
Total = 2.482.046
Angsuran ke-2
= 0,87 x 100 juta x 0,0133
= 1.157.100
Marjin ke-2
= 1,017 x 1.157.100
= 1.176.770
Total : 2.333.870
4. Marjin keuntungan rata-rata
Caranya adalah dengan menghitung seperti pada cara floating, dikolektifkan, lalu dibagi jumlah bulan yang dikolektifkan tadi.
Contoh:
Cara Floating Bulan ke-1 : Rp. 9.000.000 (a)
Bulan ke-2 : Rp. 8.500.000 (b)
Bulan ke-3 : Rp. 8.000.000 (c)
Jadi angsurannya adalah :
: Rp. 8.500.000
-Semoga Bermanfaat-
MZF