Beberapa Hal Terkait Filsafat Ilmu
Oleh : Mhd. Zuchri Fachrun, SE.I - Riau
Sumber Ilmu Pengetahuan:
1. Rasionalisme / Qauliyah : Yaitu segala sesuatu yang terlintas dalam ide.
2. Empirisme / Kauniyah : Yaitu segala yang riil di dunia yang teruji dan tertangkap oleh indra.
Untuk menjadi suatu ilmu, setidaknya harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
1. Ontologi : Rasa ingin tahu tentang sesuatu, (apa itu, apa yang dikaji dari suatu pengetahuan?)
2. Epistimologi : Bagaimana sesuatu itu ada dan mengapa ada (bagaimana cara mendapatkannya?)
3. Aksiologi : Untuk apa sesuatu itu diketahui atau apakah sesuatu yang telah didapat ontologi dan aksiologinya, apakah bernilai atau tidak?
4 sumber pengetahuan:
1. Dari lahir
2. Dari budi (rasio)
3. Indra-indra khusus, seperti penglihatan, penciuman, dll.
4. Penghayatan langsung/ilham
Konsep, definisi, proposisi, dan lafadz/term
Konsep : Apa yang dilihat tentang sesuatu lalu disimpan dalam otak dalam bentuk ide dan bersifat abstrak/belum disebut. Contohnya, “HP”
Definisi : Segala sesuatu yang jika dibolak balik adalah benar (Subjek dan Predikatnya dapat dibolak balik tnpa merubah arti). Contoh, HP adalah salah satu alat komunikasi.
Proposisi : Pernyataan dalam bentuk kalimat yang mengandung benar atau salah. Atau dalam istilah lain, ada dua konsep/term yang disusun dimana salah satunya menjelaskan yang lainnya. Contoh, HP Bagus, atau semua HP Bagus.
Lafadz/term : Ketika konsep tadi diucapkan melalui panca indra. Contoh, HP
Bahasa adalah alat yang bisa mengkomunikasikan otak/ide seseorang dengan otak orang lain.
Bentuk-bentuk proposisi:
Affirmatif ( muujabah) Negative (saalibah)
General (kullliah) A E
Partikular(juziyyah) I O
A: Semua Mahasiswi UIN Cantik
E: Semua Mahasiswi UIN Tidak Cantik
I: Sebagian Mahasiwi UIN Cantik
O: Sebagian Mahasiswi UIN Tidak Cantik
Silogisme : Kumpulan dari premis-premis yang membentuk konklusi. Dimana kedua premis tersebut harus mempunyai penghubung (middle term).
Hukum-hukum silogisme kategorik:
1. Jika premis particular maka konklusinya adalah particular juga.
Contoh,
Semua makanan halal boleh dimakan ( MY)= muqaddimah kubra
Sebagian makanan adalah haram (MN)=muqaddimah shugra
Sebagian makanan boleh dimakan= natijah
2. Negatif-Negatif
3. Tidak ada konklusi, yaitu apabila premis mayor dan minornya negative.
Tingkat kekuatan konklusi tergantung pada premis mayornya.
Berpikir: Proses menyatukan konsep dengan konsep.
Logika: Menyatukan konsep secara logis.
Semoga Bermanfaat
-MZF -